Selasa, 07 Desember 2010

Sistem Informasi Terdistribusi dan Pertukaran Data Elektronik

Konsep – konsep Komputasi Terdistribusi
Konsep-konsep komputasi terdistribusi adalah jaringan antar computer yang berperan seperti sebuah computer bagi satu individu. Contoh, sebuah LAN yang terdiri dari tiga compute personal A, B, dan C.
Komputasi terdistribusi mentransformasikan banyak computer dalam satu jaringan sehingga berjalan efektif seperti halnya satu computer saja, sehingga memaksimalkan sumber daya komputasi.
Komputasi terdistribusi memiliki implikasi bagi pemrosesan akuntansi dan data lainnya. Beragam file, database, dan program dapat dicakup dari berbagai area.
Transparasi jaringan atau transfarasi lokasi (location transparency) mempunyai arti bahwa pemakai tidak mempedulikan hakekat pendistribusian dalam system. Jadi, seluruh data dan file dalam jaringan, terlepas di manapun lokasinya, akan terdapat dalam si computer pemakai.
Pertukaran informasi antara klien, server, dan program-program aplikasi dalam system terdistribusi disebut komunikasi interproses.  Komunikasi interproses dapat dilakukan baik dalam bentuk komunikasi local maupun berjarak (remote communication) misalnya dengan kabel-kabel optic-fiber atau melalui distributed shared memory

Arsitektur Pemrosesan Jaringan untuk Mendistribusikan Data
Ada tiga arsitektur computer dasar untuk mendistribusikan data dalam suatu jaringan. Ketiga arsitektur pemrosesan jaringan mencakup arsitektur terpusat, arsitektur distribuse server-pemakain (klien), dan arsitektur antar pemakai.
Pemrosesan Terpusat, Tak Terdistribusi (Nondistributed, Controlized Precessing). Dengan arsitektur pemrosesanjaringan tak terdistribusi, komunikasi antar computer dapat dilakukan, tanpa transparasi jaringan dan komunikasi interproses.
Pemrosesan Server-Klien. Dengan arsitektur pemrosesan jaringan server-klien, beragam program-program aplikasi dalam jaringan bertindak menjadi; klien atau server. Tiga kemungkinan jenis server adalah; file server, DBMS server dan, repository server. Ada empat jenis kebijakan-kebijakan database; kebijakan keamanan, kebijakan integritas, kebijakan pemicu, dan kebijakan derivasi.
Pemrosesan Antar Pemakai. Dengan pemrosesan antar pemakai, versi program aplikasi biasa dapat berjalan dengan baik di computer klien maupun computer server. Manfaatnya adalah jika diperlukan pemrosesan local di klien dan pemakai jarak jauh di server.
Pendistribusian Data dan Sumberdaya-sumberdaya Komputasi
Pendistribusian Data. Kita menggunakan istilah database terdistribusi untuk menyebutkan setiap database yang dapat diakses di seluruh jaringan dengan beberapa metode tertentu seperti remote procedure calls.
Pendistribusian CPU. Merupakan hal yang mungkin untuk mendistribusikan CPU. Artinya, secara otomatis pemakai atau aplikasi dapat menggunakan setiap prosesor dalam jaringan jika prosesor tersebut local.

PERTUKARAN DATA SECARA ELEKTRONIK (EDI)
Pertukaran Data Eletronik adalah pertukaran langsung dokumen-dokumen bisnis dari computer ke computer, seperti order pembelian dan order penjualan. Ada empat manfaat khusus; biaya akan tereduksi  dengan mengurangi penggunaan kertas, kesalahan-kesalahan diminimalkan dengan mereduksi jumlah orang yang melakukan masukan data, memungkinkan perusahaan untuk melengkapi transaksi lebih cepat, memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari ada kesempatan bisnis baru.
Standar-standar EDI. Standar-standar EDI dikembangkan untuk membantu pertukaran data bisnis secara elektronis di antara perusahaan-perusahaan. Di AS dan Canada standar yang digunakan adalah ANSI ( American National Standard Institute). Sedangkan di Eropa, standar yang digunakan adalah EDIFACT. Dibawah pengawasan AS, EDIFACT dikembangkan sebagai standar internasinal EDI.
Transfer Dana Elektronik (EFT)
Transfer dana elektronik merupakan kelompok besar metode-metode untuk mengirimkan pesan-pesan informasional yang secara elektronis berdampak pada perubahan ekonomi.
Sistem Besar EFT. Transfer dana secara segera dari suatu institusi keuangan ke lainnya dapat dilakukan antara bank-bank  yang memiliki keanggotaan, misalnya rekening kredit. Sebagian bank besar di AS  menggunakan stu atau lebih system slearing house untuk EFT besar. Federal Reserve System (Fedwire), Clearing House Interbank Payment System (CHIPS), atau Clearing House Automated Payment System (CHAPS).
Fedwire digunakan untuk mentransfer dana diantara anggota Federal Reserve System.
CHIPS adalah system ACH digunakan untuk transfer pembayaran Eurodollar antara institusi keuangan AS dan Non-AS.
CHAPS adalah clearing house yang berpusat di Inggris. Settlemnet dilakukan melalui Bank of England.
Pertukaran pesan-pesan umum dan pribadi (PPMEs). Beberapa system pesan secara langsung mengirimkan instruksi untuk mentransfer dana. Transfer dana pada umumnya tidak berjalan bersamaan dengan pengiriman pesan.
TELEX dan SWIFT merupakan contoh PPMEs. TELEX merupakan system sangat tua dalam pengiriman pesan bertulis ke seluruh dunia, yang kadang-kadang digunakan oleh bank-bank kecil yang tidak memiliki dan untuk membuat system yang mahal. Metode ini sangat kompleks dan waktu pemrosesannya lama. SWIFT ( Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication ).seringkali digunakan oleh bank-bank AS untuk melakukan transfer ke luar negeri. SWIFT juga dapat dihubungkan dengan Fedwire.
Tandatangan Digital
Enkripsi Data digunakan untuk menjamin keaman komunikasi elektronis. Tujuannya adalah meyakinkan bahwa data seperti nomer rekening bank, jumlah uang, dan kualitas order tidak diubah selama transmisi atau penyimpanan.
Tandatangan Digital dapat digunakan sebagai orientasi sebagai otentikasi komunikasi eletronis. Tandatangan digital berupa string bit yang  terdapat dalam dokumen elektronik. Dokumen elektronik dapar berupa file spreadsheet atau pemrosesan kata, pesan E-mail, atau transaksi EDI. String bit ini dikeluarkan oleh penandatangan, dan didasarkan pada data dokumen dan password si penandatangan.
Enskripsi kunci public dapat digunakan sebagai tandatangan digital. Enskripsi kunci public menggunakan dua kunci; kunci umum yang diketahui semua orang dan kunci pribadi yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan.
Enskripsi dan tandatangan digital dapat digabungkan untuk membuat kerahasiaan dan otentikasi.

Kamis, 02 Desember 2010

Pengambilan Keputusan dan Laporan-laporan Manajemen

Dalam suatu organisasi, kekuasaan untuk membuat keputusan didelegasikan kepada manajer. manajemen didesentralisasikan sampai suatu tingkat diman keputusan-keputusan dibuat pada tingkatan terendah organisasi dan disentralisasikan sampai ke tingkatan atas organisasi.


Perencanaan dan Pengendalian
> merupakan aktivitas-aktivitas fundamental yang biasa dilakukan oleh seluruh manajer. Pengendalian keputusan sehari-hari ini melibatkan keputusan yang berkaitan dengan berbagai aktivitas, seperti :
  • Mengorganisasikan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
  • Memperoleh sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang dikehendaki
  • Mengalokasikan dan menentukan pengunaan sumberdaya-sumberdaya yang ada
  • Mengkoordinasikan karyawan bila dibutuhkan untuk tujuan-tujuan perusahaan
  • Memonitor aktivitas-aktivitas perusahan serta mengambil tindakan bila terjadi kesalahan
Pengambilan Keputusan
> Merupakan suatu proses yang dilakukan manajer untuk memilih berbagai alternatif yang tersedia yang akan dilakukan dimasa datang. Terdapat 6 tahap sisitematis yang dilakukan manajer ketika mengambil keputusan.
  1. Mengidentifikasikan dan mendefinisikan masalah
  2. Menentukan alternatif tindakan
  3. Mengevaluasi tindakan-tindakan yang mungkin
  4. Memilih alternatif tindakan terbaik
  5. Melaksanakan alternatif tindakan yang dipilih
  6. Melakukan tindak lanjut untuk meyakinkan dirinya bahwa hasil yang diinginkan dapat diperoleh
Informasi yang Berguna untuk Perencanaan dan Pengendalian
   Informasi berbeda dengan data, yaitu informasi berguna bagi pengambilan keputusan sedangkan data tidak. Data hanyalah bahan mentah untuk menghasilkan informasi. Kita akan memiliki informasi jika kita memperoleh data yang tepat & memprosesnya dengan melakukan klasifikasi, agregaasi, dan pengihtisaran. Kegunaan informasi berasal dari pengaruhnya terhadap keyakinan manajer yang berkaitan dengan kejadian-kejadian yang relevan dengan proses pengambilan keputusan.
   Dalam hal perencanaan informasi berguna jika dapat membantu manajer dalam memprediksi hasil-hasil dimasa datang dari berbagai alternatif tindakan.
Kesimpulan : kegunaan informasi dapat ditentukan berdasarkan kemampuannya memberikan bantuan dalam melakukan prediksi dan penafsiran mengenai resiko perencanaan, tetapi untuk tujuan-tujuan pengendalian. Konsep-konsep tersebut bukanlah masalah yang sangat penting, disebabkan karena informasi untuk keputusan-keputusan pengendalian cenderung berfokus pada kejadian-kejadian setelah terjadinya, walaupun pengendalian mungkin merupakan tindakan pencegahan. Informasi untuk pengendalian terutama harus akurat dan tepat waktu agar bermanfaat.


Sifat-sifat Informasi dan Tingkat Manfaat


Sifat-sifat informasi diantaranya sebagai berikut :
  1. Tepat waktu (timelinnes), frekuensi dan kelambatan keduanya ditentukan oleh rancangan sistem informasi
  2. Kuantifiabilitas (quantifiability), sifat yang memiliki nilai-nilai numerik pada obyek-obyek peristiwa
  3. Akurasi (accuracy), informasi yang seksama dan bebas dari kesalahan
  4. Kepadatan (cinciseness), kuantitas informasi yang dapat diproses oleh manusia secara efektif sangat terbatas
  5. Relevasi (relevance), berkaitan dengan tujuan-tujuan perusahaan pada pengguna yang memerlukan informasi tersebut
Nilai Informasi
Informasi memiliki nilai yang berasal dari pengaruhnya terhadap komdisi-kondisi berikut :
  • Akurasi--informasi benar dalam merefleksikan realitas
  • Ketepatan waktu--informasi bersifat mutakhir
  • Waktu tanggap--informasi tersedia denga cepat
  • Kelengkapan--informasi berisikan segala sesuatu yang dibutuhkan
  • Relevan--informasi mempengaruhi keputusan yanb dibuat
Perangkat Lunak untuk Pengambilan Keputusan


Database adalah kumpulan data yang digunakan untuk beberapa aplikasi yang berbeda.
Perangkat lunak database -- memungkinkan manajer melakukan pencarian secara terstruktur untuk memperoleh informasi dalam database
Kueri merupakan permintaan akan informasi yang berada dalam database


SSP ( Sistem Support Putusan )
  1. Memacu pada sistem informasi komputer yang digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan
  2. Ditujukan ke arah prosesan data dalam konteks keputusan dibandingkan ke arah perolehan data
  3. Memberikan respon cepat untuk memenuhi kebutuhan pengambil keputusan & mampu memberikan jawaban pertanyaan "bagaiman jika"
Perangkat Lunak Spreadsheet adalah program yang digunakan untuk mengembangkan SSP
Sistem Ahli merupakan SSP yang dikembangkan dengan canggih yang menggunakan pengetahuan umum yang dimiliki seorang ahli untuk memcahkan masalah.


EIS (Excecutive Information System)
> adalah perangkat lunak yang dirancang untuk kebutuhan informasi strategies dari manajemen tingkat atas.


Jenis-jenis Laporan


Laporan terdiri dari 3jenis, yaitu :
1. Laporan Perencanaan ( Bentuk keuangan / non-keuangan )
    Berbentuk anggaran yang membantu manajer dalam mengalokasikan & memperoleh sumberdaya untuk operasi persahaan dimasa datang.


2. Laporan Pengendalian
    Laporan ini membantu manajer meyakinkan dirinya bahwa operasi berjalan sesuai rencana. Laporan ini mempunyai 2 elemen umum yaitu standar dan hasil sesungguhnya.


3. Laporan Operasional
    Laporan ini membantu individu-individu dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Laporan operasional befokus pada keadaan operasional sekarang.


Sistem Pelaporan
> Merupakan hal yang penting untuk memandang laporan individu dalam konteks yang lebih besar dari keseluruhan sistem informasi yang dianggap bagian dari subsitem.
Sistem pelaporan dapat dklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :
  • Sistem Pelaporan Horizontal, menghasilkan informasi untuk perencanaan & pengendalian dalam fungsi-fungsi operasional yang terkait di perusahaan
  • Sistem Pelaporan Vertikal, membentuk arus ke bawah dan ke atas untuk informasi yang penting bagi perencanaan  dan pengendalian
Baik sistem horizontal maupun vertikal merupakan dasar penting untuk sejumlah sistem pelaporan yang terspesifikasi (akuntansi biaya, sistem pelaporan akuntansi, pusat-pusat pertanggungjawaban dan pusan laba)


Sistem Pelaporan Keuangan dan Biaya
Tujuan sistem ini adalah untuk menghasilkan laporan pertanggungjawaban unyuk pemilik dan kreditor perusahaan. sistem ini berfokus pada pembuatan / penyajian laporan-laporan tradisional yaitu laporan laba-rugi, laporan posisi keuangan, laporan perubahan posisi keuangan.
Sistem pelaporan akuntansi biaya seringkali bertujuan menghitung angka-angka harga pokok penjualan dan barang jadi yang akan digunakan dalam sistem pelaporan keuangan.


Sistem Pelaporan Akuntansi Pertanggungjawaban
   Konsep akuntansi pertanggungjawaban menyatakan bahwa seluruh kejadian dalam lingkungan dapat ditelusuri ke pertanggungjawaban individu tertentu. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan manufaktur harus membuang sejumlah besar barang jadi akibat masalah bahan baku di bawah standar. Konsep akuntansi pertanggungjawaban menyatakan bahwa individu tertentu harus bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa tersebut. Dalam kasus ini, masalah yabg muncul mungkin diakibatkan oleh manajer inspeksi bahan baku. Disamping itu, sistem akuntansi pertanggungjawaban biasanya hanya mampu mengalokasikan biaya ke pusat-pusat pertanggungjawaban yang relevan.


Sistem Profitabilitas
  • Pelaporan profitabilitas mencakup suatu sistem anggaran dan laporan pengendalian yang meliputi berbagai tingkat dalam bagan organisasi dimana perencanaan laba merupakan konsep utamanya
  • Manfaat dari pelaporan profitabilitas adalah sebagai alat perencanaan dan alat pembantu dalam melakukan evakuasi
  • Keunggulanya adalah memberikan pandangan pada masing-masing manajer mengenai kontribusi unit-unit organisasi terhadap laba perusahaan secara keseluruhan
  • Sistem pelaporan organisasi merupakn komponen terpadu dari sistem informasi perusahaan. Sistem pelaporan akuntasi yang umum mencakup sistem pelaporan akuntansi keuangan, SPA biaya, SPA pertanggungjawaban, dan SP profitabilitas


Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rokib ( 09121172 )
  2. Florensius Sagala ( 09121165 )
  3. Warih Aji Prasetyo ( 09121146 )
  4. Mike Yanuar ( 09121157 )
  5. Ajeng Nurhajizah ( 09121158 )
  6. Finda Lestari ( 09121169 )
  7. Dwi Retno Safitri ( 09121161 )
  8. Virna Aryanita ( 09121164 )